PNPM SADI

Dalam beberapa tahun belakangan Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia mengembangkan suatu program Community-Driven Development (CDD). Salah satunya melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK) atau yang sekarang dikenal sebagai PNPM Mandiri Perdesaan, program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air. Program nasional ini ditujukan untuk membantu desa-desa paling miskin untuk belajar membuat perencanaan dan mengelola proyek-proyek pembangunan yang cocok untuk wilayah setempat, sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat bagi masyarakat miskin di perdesaan.

Bersamaan dengan itu, pemerintah kemudian menginisiasi sebuah pilot proyek yang disebut Smallholder Agribusiness Development Initiative (SADI). Program ini dilaksanakan dengan mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan dan didanai dari hibah AusAID No. TF057097 dalam kerangka kerjasama Australia-Indonesia Partnership (AIP). Pilot yang diinisiasi sejak 2007 ini kemudian disebut PNPM SADI atau PNPM Agribisnis.

PNPM SADI terdiri dari tiga subprogram:
Subprogram 1: Perencanaan partisipatif dengan mengadopsi mekanisme dan prosedur PNPM Mandiri Pedesaan
Subprogram 2: Analisis dan memperkuat jaringan pemasaran dan rantai nilai yang bergantung pada petani untuk mendapatkan  produk mereka ke konsumen dengan dukungan IFC (International Finance Corporation)
Subprogram 3: Melakukan penelitian terhadap tumbuhan atau hewan yang dapat diadaptasi oleh petani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka dengan dukungan ACIAR (Australia Center for International Agricultural Research)

MAKSUD & TUJUAN
Pilot proyek SADI ini dimaksudkan untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan produksi pertanian dalam arti yang luas dan pembangunan pedesaan di Indonesia Timur. Upaya tersebut akan dicapai dengan memberikan Technical Assistance, training dan pembelian input, untuk mendukung peningkatan aktivitas ekonomi rumah tangga.

Pilot bertujuan mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan dengan meningkatkan pendapatan rumah tangga petani miskin melalui peningkatan kapasitas khusus kelompok yang dipilih petani untuk meningkatkan produktivitas dan akses ke pasar.

Tujuan spesifik dari pilot adalah :
Meningkatkan kapasitas & produktivitas petani miskin dengan membantu pemenuhan infrastruktur pertanian
Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen atau produk pertanian lain
Meningkatkan pendapatan petani miskin dengan mengurangi hambatan pascapanen dan pemasaran
Meningkatkan efektivitas lembaga-lembaga masyarakat di bidang pertanian melalui pengembangan kapasitas kelompok tani
Mengembangkan kemitraan antara kelompok tani dan lembaga keuangan swasta/ perbankan

SASARAN
Rumahtangga miskin, terutama anggota kelompok tani yang sangat miskin, lembaga-lembaga masyarakat di bidang pertanian.

MITRA
Mitra Kegiatan
Dalam pelaksanannya, pilot yang dijalankan dengan mekanisme dan prosedur PNPM Mandiri Perdesaan ini bekerjasama dengan:
1. Komponen pengembangan pemasaran dan rantai suplai dari International Finance Corporation (IFC);
2. Komponen riset adaptif dan pengembangan dari Australia Center for International Agricultural Research (ACIAR).

Mitra Pendanaan AusAID

JENIS-JENIS KEGIATAN
Jenis-jenis kegiatan (usulan) yang diprioritaskan, harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Bermanfaat dan menguntungkan sebanyak-banyaknya masyarakat, terutama anggota kelompok tani miskin;
  2. Sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pendapatan rumahtangga petani;
  3. Dapat ditangani oleh masyarakat sendiri ;
  4. Didukung sumberdaya lokal yang diterdapat di masyarakat;
  5. Memiliki potensi untuk dikembangkan dan berkelanjutan;
  6. Meningkatkan kapasitas teknis lokal dan memperkenalkan teknologi baru dan tepat bagi petani setempat;
  7. Memberi solusi untuk masalah yang ada, termasuk rendahnya produktivitas;
  8. Memberi kesempatan bagi peningkatan pengetahuan masyarakat dalam aspek agribisnis, input produksi dan pemasaran;
  9. Memberi kesempatan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan kemitraan dengan pihak luar;
  10. Kegiatan relevan lainnya yang dapat membantu meningkatkan produktivitas lokal, akses ke pasar, pendapatan rumahtangga petani;
Jenis-jenis kegiatan (usulan) yang dilarang (negative list):
  1. Pinjaman atau kredit yang didanai dari BLM hibah untuk kegiatan agribisnis;
  2. Setiap jenis dana yang berhubungan dengan/ke fasilitas militer atau kegiatan, kegiatan politik atau partai politik;
  3. Pembangunan atau rehabilitasi tempat ibadah;
  4. Pembelian gergaji mesin, senjata api, bahan peledak, asbes dan bahan lain yang merusak lingkungan (pestisida, herbisida dan bahan-bahan terlarang lainnya);
  5. Pembelian kapal nelayan lebih dari 10 ton termasuk peralatan;
  6. Gaji subsidi atau insentif untuk pegawai pemerintah/ pegawai negeri;
  7. Kegiatan yang mempekerjakan anak di bawah usia kerja;
  8. Kegiatan terkait dengan produksi, penyimpanan dan penjualan produk tembakau;
  9. Kegiatan yang melibatkan eksploitasi sumberdaya alam di daerah yang sudah ditetapkan sebagai cagar alam, kecuali izin tertulis yang diberikan oleh pejabat yang bertanggung jawab untuk mengelola wilayah yang bersangkutan;
  10. Kegiatan yang melibatkan pertambangan atau eksploitasi terumbu karang.
  11. Kegiatan yang melibatkan penggunaan atau pengelolaan sumber daya air dari sungai yang mengalir ke negara lain;
  12. Mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melibatkan aliran sungai atau sungai abadi yang cukup besar;
  13. Kegiatan yang melibatkan wilayah reklamasi tanah lebih besar dari 50 Ha;
  14. Pembangunan irigasi baru yang meliputi wilayah yang lebih besar dari 50 Ha;
  15. Pembangunan bendungan atau reserviors dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 10.000 meter kubik.

PENDAMPINGAN
Program menyediakan pendamping masyarakat.
Pelaksanaan Pilot SADI di tingkat desa difasilitasi oleh dua keder desa berbasis agribisnis atau sekitar 525 kader. Mereka diberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas di bidang fasilitasi, manajemen dan agribisnis. Di tingkat kecamatan, kegiatan difasilitasi secara khusus oleh 24 Fasilitator Pertanian di seluruh lokasi pilot. Pendampingan juga diberikan oleh konsultan-konsultan di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

MONITORING-EVALUASI
Monitoring kegiatan dalam ini melekat dengan sistem monitoring dan evaluasi PNPM Mandiri Perdesaan.
Batas waktu pencairan dana TA 2009 untuk proyek yang melekat pada PNPM-Perdesaan ini adalah Desember 2009, sedangkan penyelesaian kegiatan di desa hingga pertengahan 2010.

home gallery profile portfolio gallery home
TNP2K KEMENKOKESRA BAPPENAS KEMENKEU KEMENDAGRI WORLD BANK






Konsultan Manajemen Nasional Komp. Bungur Indah No.1, Jl. Bungur, Kemang Utara Jakarta 12730
Copyright 2012 pnpm-pedesaan.or.id. All rights reserved.