Simpan Pinjam PNPM Mandiri Capai Rp212 M
Posting : 25 April 2011      Pengunjung : 1197

BANJARMASIN – Sebanyak 50 peserta dari 10 kabupaten di Kalimantan Selatan mengikuti rapat koordinasi PNPM-Mandiri Perdesaan. Rapat tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi terbaru terkait program mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan.
    Rakor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang digelar di Hotel Jelita Banjarmasin sejak tanggal 18-21 April 2011. Rakor ini diikuti oleh Tim Faskab, PjO (Penanggung Jawab Operasional) Kabupaten, Korprop (Koordinator Provinsi) dan Spesialis, serta Tim Koordinasi Provinsi PNPM-Mandiri Perdesaan Kalsel.
    Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalsel Masderiansyah dalam sambutan yang dibacakan PjO Provinisi Ir Isnaniah menyampaikan, tim fasilitator kabupaten (Faskab) harus lebih maksimal dalam melaksanakan berbagai kebijakan program, inovasi lokal, pelaksanaan audit internal dan evaluasi program tahun 2010 dan 2011.
    Sementara itu, Koordinator Provinsi PNPM-Mandiri Perdesaan Kalsel Ir Anas Ma’ruf Polem mengatakan, rakor bulan April ini bertemakan Review Pelaksanaan Kegiatan dan Fasilitasi Tim Faskab.     “Agendanya seperti kesepakatan strategi baru pelaksanaan fasilitasi maksimal ke depan, kesepakatan aturan baru, kesepakatan strategi dan target penyelesaian masalah, audit, perguliran, dan manajemen pengelolaan pelatihan,” ujar Anas. Diungkapkannya, dalam rakor ini juga dibahas mengenai tim work, penyampaian informasi terbaru, penyampaian ruang belajar masyarakat, permasalahan dan tindak lanjut, administrasi dan kelengkapannya, peningkatan kapasitas pelaku dan masyarakat, keuangan dan Ke-UPK-an.
    HM Hamli Hasan selaku FMS PNPM-Mandiri Perdesaan Kalsel juga menyampaikan, kegiatan simpan pinjam khusus kelompok perempuan (SPP) di 10 kabupaten di Kalsel (99 kecamatan) dari modal awal sebesar Rp66.054.148.435, sekarang berkembang menjadi Rp212.099.691.096 dengan tingkat pengembalian sebesar 97,2%.
    “Untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dengan modal awal Rp15.633.213.908, sekarang menjadi Rp91.240.884.269 dengan tingkat pengembalian mencapai 86,8%,” ujarnya. (hni)

Sumber : http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Berita Terkait


  • Tepat Sasaran Penyaluran Dana Sosial Hasil Surplus UPK Prambanan [...]
  • Kabupaten Pinrang Gelar Hasil Karya PNPM Mandiri Perdesaan [...]
  • Mengurai Sampah Menjadi Pendapatan Keluarga [...]
  • Bila Usaha Berkembang, Hatipun Ikut Senang [...]
  • UPK Kepri Belajar Dari Sisa Pengembalian Dana BLM [...]

home gallery profile portfolio gallery home
TNP2K KEMENKOKESRA BAPPENAS KEMENKEU KEMENDAGRI WORLD BANK






Konsultan Manajemen Nasional Komp. Bungur Indah No.1, Jl. Bungur, Kemang Utara Jakarta 12730
Copyright 2012 © pnpm-pedesaan.or.id. All rights reserved.