RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MPd) KAB.TANA TORAJA
Posting : 09 November 2011      Pengunjung : 3536

Bertempat di Aula kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Lembang (BPMD/L) Kab. Tana Toraja pada hari kamis, tanggal 3 Nopember 2011 dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi PNPM-MPd Kab.Tana Toraja yang dihadiri oleh Sekretaris Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Lembang (BPMD/L) Kab. Tana Toraja, Bapak Yurianus Tangkelangi', SH, MH, didampingi oleh Penanggungjawab Operasional Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja, Bapak Drs Ruben Sulle.

Rakor ini rencananya akan diselenggarakan selama 2 hari, yaitu tanggal 3-4 Nopember 2011, dimana pada hari pertama dilaksanakan di Aula kantor BPMD/L Tana Toraja, kemudian akan dilanjutkan di Hotel Sangalla' sampai dengan selesainya kegiatan ini.


Dalam sambutannya, Sekretaris BPMD/L Tana Toraja, Bapak Yurianus Tangkelangi,SH, MH, mengharapkan agar para peserta yang mengikuti Rakor dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai forum diskusi bersama dengan para narasumber sehingga dapat saling bertukar pendapat juga dapat memberikan masukan dan saran demi terlaksananya program 
PNPM Mandiri Perdesaan dengan baik

Seperti biasa, Rakor kali ini juga diikuti oleh seluruh Fasilitator Pemberdayaan Kecamatan, Fasilitator Teknik Kecamatan, Asisten FK, Pengurus UPK, serta para pelaku PNPM di tingkat kecamatan, dengan nara sumber PjOKab dan Tim Fasilitator Kabupaten.

isu yang paling hangat dibicarakan dalam rapat korrdinasi tingkat kabupaten Tana Toraja kali ini adalah masalah keterlambatan progress kegiatan fisik di lapangan, yang disebabkan oleh terjadinya kelangkaan material semen.

Pada kesempatan ini, beberapa fasilitator teknik kecamatan menyampaikan keluhannya sehubungan dengan terjadinya kelangkaan semen, khususnya semen merk Bosowa.

Kelangkaan semen Bosowa ini menjadi salah satu pokok permasalahan yang menyebabkan tersendatnya kegiatan di lapangan, selain tentu saja alasan tradisi, khususnya Rambu Solo (pesta orang mati) yang selama ini selalu menjadi penghambat lajunya progress kegiatan di Tana Toraja.

Fasilitator Teknik Kabupaten Tana Toraja, Irwan Padang, ST, dalam penjelasannya mengatakan bahwa kalau memang terjadi kelangkaan semen bosowa, maka dapat digunakan semen merk tiga roda, tentu saja dengan melalui Musyawarah Desa Khusus, dan dilakukan revisi (perubahan) RAB.

Rapat koordinasi ini berlangsung sampai dengan pukul 13.00, kemudian akan dilanjutkan di hotel Sangalla' pada pukul 14.00 wita. (Fuad. A)

Sumber : http://pnpmkabtanatoraja.blogspot.com

Berita Terkait


  • Meski Kemarau Hati Tak Galau [...]
  • Lain Dulu, Lain Sekarang [...]
  • Ikhlas Berbagi Sesama Warga Desa [...]
  • Belajar Pemeliharaan Air dari Desa Rempek [...]
  • Antrian Hilang, Aroma Getah Karetpun Terbuang [...]

home gallery profile portfolio gallery home
TNP2K KEMENKOKESRA BAPPENAS KEMENKEU KEMENDAGRI WORLD BANK






Konsultan Manajemen Nasional Komp. Bungur Indah No.1, Jl. Bungur, Kemang Utara Jakarta 12730
Copyright 2012 pnpm-pedesaan.or.id. All rights reserved.