Jawa Sebagai Etalase PNPM Mandiri Perdesaan
Posting : 02 May 2013      Pengunjung : 1623

Workshop Regional Meeting IV PNPM Mandiri Perdesaan yang berlangsung dari tanggal 25 – 30 April yang sebelumnya dibuka oleh Direktur Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Drs Kun Wildan MBA di Malang, ditutup Benny Irwan Msi. M.A.  dengan sejumlah catatan.

Dalam sambutannya, Kasubid Perencanaan Dirjen PMD  mengatakan, pada tahun 2013 PNPM Mandiri Perdesaan memiliki agenda  antara lain, pemantapan penerapan integrasi sistem perencanaan pembangunan partisipatif dengan perencanaan pembangunan nasional, penataan kelembagaan khususnya kegiatan dana bergulir, peningkatan kapasitas pelaku, evaluasi kinerja bidang kegiatan, peningkatan peran masyarakat dalam pengawasan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, khususnya penyelesaian kegiatan tahun anggaran 2012 yang belum Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) serta penyiapan perguliran dana tahun 2013. 

Apa yang disampaikan  tentunya diharapkannya bisa diapresiasikan di dalam rapat kerja  yang dilakukan secara marathon  oleh peserta Workshop Regional Meeting IV yang mewakili wilayah provinsi Daerah Istimewa Jogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, yang juga diikuti  oleh Konsultan Regional Nasional dan Konsultan Manajemen Nasional, serta peninjau dari PNPM Support Facility (PSF) yang merupakan bagian dari berapa Work shop Regional lainnya yang dilakukan di berbagai wilayah. 

Dalam workshop berbagai kebijakan nasional hasil Rapimnas I digodok  agar mampu diimplementasikan di lapangan. Berbagai panduan ikut dimatangkan dan indikator keberhasilan berikut target-target capaian dituangkan ke dalam rencana strategis di masing-masing wilayah.

Berbagai issue pokok (burning issue) berubah menjadi diskusi yang menarik di setiap kelas, antara lain penguatan pemahaman terhadap tupoksi, pengaturan rencana perjalanan dinas, peningkatan kelembagaan dan kader teknis, peningkatan kualitas dan kapasitas fasilitator dan pelaku, perencanaan komperhansif dan sinergis pembangunan infra-struktur, penguatan berbagai instrumen pengendalian dan review aplikasi protak terutama di progress fisik, sehingga bisa membantu menggambarkan kondisi riil di lapangan dan masih banyak lainnya. Akibatnya tak jarang di berapa kelas seperti infra-struktur harus menyelesaikan paper kerja hingga larut malam.

Keperdulian terhadap pendalaman permasalahan  hendaknya menjadi keniscayaan bagi konsultan. Sebaiknya mereka tidak terpaku dalam melihat hal-hal yang rutin saja, namun diharapkan bisa memberikan lebih dari sekadar pemenuhan KPI dalam usaha pemberdayaan masyarakat di perdesaan, selain menjadikan  Workshop Regional Meeting sebagai ajang konsolidasi.

“Pulau Jawa merupakan etalase bagi program PNPM Mandiri Perdesaan,”, imbuh Benny sambil memberikan motivasi kepada peserta agar lebih tabah menghadapi persoalan yang dihadapi para spesialis dan fasilitator di lapangan berkaitan tertunda pembayarannya. Sebagai etalase dengan jumlah desa yang paling banyak tentunya sedikit persoalan  akan mudah menarik perhatian.  Untuk itu pemerintah tidak akan tinggal diam, kata Benny lebih lanjut dan terus mendesak agar semua itu bisa segera diselesaikan yang disambut dengan tepukan tangan dari para peserta.

Pernyataan tersebut paling tidak bisa memberikan kesejukan dan angin segar bagi para peserta Workshop Reginal Meeting IV untuk lebih semangat dalam berkiprah melakukan usaha pemberdayaan masyarakat di perdesaan. (MIA/IEC)

 

 

 

 

Berita Terkait


  • Dusun Penghijauan, Sebuah Pulau di Tengah Pulau [...]
  • Pemeliharaan Proyek Pembangunan PNPM Mandiri Perdesaan Di Wilayah Ekstrem [...]
  • Kartini-kartini dari Sudut Sadu [...]
  • Impian Menjadi Nyata Saat Listrik Menyala [...]
  • PNPM Mandiri Perdesaan Bangun Pipa Bawah Laut [...]

home gallery profile portfolio gallery home
TNP2K KEMENKOKESRA BAPPENAS KEMENKEU KEMENDAGRI WORLD BANK






Konsultan Manajemen Nasional Komp. Bungur Indah No.1, Jl. Bungur, Kemang Utara Jakarta 12730
Copyright 2012 © pnpm-pedesaan.or.id. All rights reserved.